Metamorfosa Cinta #1

Sebenarnya aku sedikit enggan menulis untaian kata mengenai sahabat. Bukan karena tema tersebut terlalu mainstream dan tidak menarik bagi pembaca. Namun, terselip kisah pelik yang menjadi sebab kaku mulut untuk terus bercerita. Aku menceritakan ini bukan juga karena aku sedang rindu. Aku hanya ingin seseorang mengerti. Bahwa aku adalah manusia tempo dulu yang terus saja terjebak nostalgia.

Sahabat, aku hanya ingin sedikit bercerita tentang kita. Tapi maaf ya, sepertinya akan sedikit membosankan. Karena meskipun kisah ini juga menceritakan tentangmu, namun tetap saja ini semua tentang aku. Boleh kan aku mengawalinya dengan mengingatkanmu tentang film ‘My Heart’ tahun 2006 silam?. Aku menyebutkan film itu bukan karena aku suka, loh. Aku menyebutkan itu karena aku tahu, kamu pasti paham jalan ceritanya.

Kamu tau pesan tersirat yang aku dapatkan dan sampai saat ini terdoktrin kuat dalam ingatkan karena film tersebut?. Aku beritahu kamu ya. Lelaki dan perempuan tidak mungkin menjalin persahabatan yang erat dalam waktu lama. Kecuali salah satu atau keduanya memendam rasa cinta. Aku sudah membayangkan kemana arah pikiranmu sekarang. Yap benar, tebakanmu tepat. Persahabatan kita ini akulah yang mencinta.

Aku tahu kamu masih bertanya-tanya, Kenapa bisa mencintaiku? Sejak kapan?. Kalaulah pertanyaanmu terus berlanjut, tentu aku akan sangat kesulitan untuk menjawab. Bukan karena aku tidak punya jawabannya. Hanya saja, pada akhirnya aku sudah tau kamu akan berkata apa. Aku mencintaimu lebih dari yang kau tau, kekasih. Lebih lama dari yang kau bayangkan, lebih dalam dari yang kau pikirkan.

Bolehkan aku memanggilmu dengan sebutan ‘kekasih’, sahabat?. Sebentar saja, hanya sampai aku selesai menceritakan kisah ini. Karena percayalah kata itu tidak mungkin bisa kupakai di keseharian kita. Boleh ya?

Sebelum terlalu jauh, aku mungkin harus meminta maaf terlebih dahulu padamu, kekasih. Maafkan jika aku berada didekatmu bukan murni karena persahabatan. Melainkan karena dorongan hati untuk terus membersamai. Kamu tahu, aku terus menyimpan rasa ini padamu loh. Aku tahu kamu tidak terlalu perduli, namun karena kisah ini bercerita tentang aku, maka harus kukatakan rasa ini sudah ada bertahun-tahun lamanya.

Bukannya tak ingin ku sampaikan, bukan pula karena takut ditolak. Aku hanya merasa tak punya kesempatan. Karena makna ‘persahabatan’ yang kau ingini adalah benar-benar murni persahabatan tanpa mengenal cinta didalamnya. Ditambah fakta bahwa kau juga sangat mencintai lelaki itu, iya kan? Ahh ternyata benar, aku memang tak memiliki kesempatan.

Tentu saja aku bukan lelaki cengeng seperti di kebanyakan film drama. Aku tahu kok kapan kiranya aku harus menyerah. Yang belum aku tahu adalah bagaimana caranya menghilangkan cinta yang sudah begitu kuat tertanam di dada?. Namun kau tidak perlu iba, sungguh, kukatakan padamu aku ini lelaki kuat. Akan tetapi aku punya satu permintaan yang sangat sederhana padamu. Segeralah menikah dengan lelaki pilihanmu. Agar aku dapat meyakinkan hatiku bahwa kau memang tidak pantas lagi untuk diperjuangkan.

Iklan

7 respons untuk ‘Metamorfosa Cinta #1

  1. Aku dulu waktu SMP juga sahabatan sama lawan jenis(cowo). aku memendam rasa 3 tahun lamanya…tp bukannya dia peka eh malah pacaran sama cewe lain. Dan ternyata setelah kuliah dia baru sadar kalo dia suka aku. Tapi sayang, rasa sukaku ke dia udah terlanjur basi hihi…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s